Menu

Cara Budidaya Anggrek Dendrobium

July 11, 2017 | Tanaman Hias

Anggrek dendrobium diperkirakan berjumlah kurang lebih 1000 species, tergolong anggrek tipe simpodial yang artinya memiliki pertumbuhan batang (pseudobulb) yang terbatas. Tangkai bunga keluar di ujung pseudobulb dan di samping pseudobulb di antara dua ketiak daun. Tunas anakan baru keluar pada bagian pangkal pseudobulb dan kadang-kadang tunas anakan keluar di sisi samping pseudobulb di antara dua ketiak daun yang disebut keiki.

Anggrek dendrobium secara alami tumbuh pada habitatanya sebagai anggrek epifit yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada batang pohon, namun tidak merugikan tanaman yang ditumpanginya. Namun anggrek dendrobium yang dibudidayakan umumnya ditumbuhkan dalam pot tanah atau pot plastik atau sejenisnya dengan menggunakan media tumbuh seperti pakis, arang, sabut kelapa dan kulit pinus.

Dendrobium merupakan anggrek yang sangat populer sebagai bunga pot karena produksi bunga cukup tinggi, warna bunga indah dan bervariasi, bentuk bunga menarik, mahkota bunga kompak, tekstur bunga tebal, tahan lama sebagai bunga potong, tangkai bunga panjang, mudah tumbuh, mudah perawatannya, dan mudah diperbanyak.

Budidaya anggrek dendrobium

Anggrek dendrobium

Syarat Tumbuh

Anggrek dendrobium dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila ditumbuhkan pada lingkungan atau tempat, antara lain:

  1. Cahaya Matahari, Intensitas yang dibutuhkan berkisar antara 55-65%
  2. Suhu, suhu siang antara 27*-30* C dan suhu malam 21-240 C, dengan sirkulasi udara yang baik. Bila suhu udara meningkat sangat tinggi, lakukan penyemprotan atau penyiraman air di sekitar tempat penanaman
  3. Kelembaban, relatif tinggi yaitu antara 60-80%. Untuk menjaga kelembaban agar tetap tinggi, sebaiknya lokasi di sekitar tempat pertanaman anggrek disiram air atau lakukan semprotan berkabut (mist)

Media Tumbuh

Media tumbuh digunakan sebagai tempat melekatnya akar atau berdirinya anggrek dendrobium. Dengan berdiri tegak, anggrek dendrobium dapat memanfaatkan cahaya matahari serta udara di sekitarnya dengan leluasa. Juga berperan sebagai penyimpan air dan hara, serta penjaga kelembaban.

Beberapa syarat media tumbuh yang baik untuk anggrek dendrobium, yaitu tahan lama, tidak menjadi sumber penyakit, aerasi dan drainase baik, mampu mengikat atau menyimpan air dan hara dengan baik, serta mudah diperoleh. Berbagai jenis media tumbuh yang umum digunakan untuk budidaya anggrek dendrobium antara lain: pakis, moss, sabut kelapa, arang, kulit pinus, dan sejenisnya. Dengan media tumbuh apapun yang digunakan, yang penting faktor penyiraman dan pemupukan yang tepat untuk setiap jenis anggrek.

Penyiraman

Rata-rata penyiraman anggrek dendrobium dilakukan 2 (dua) kali sehari yaitu pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00 dan sore hari sekitar pukul 17.00-18.00 dengan cara menyemprot seluruh bagian tanaman terutama bagian bawah permukaan daun. Frekuensi penyiraman dapat dikurangi bila hari tampak terlihat mendung atau hujan dan ditambah bila suhu udara sangat tinggi, caranya sekitar lokasi tempat pertanaman anggrek dendrobium tersebut disiram air atau lakukan pemberian semprotan berkabut (mist).

Pemupukan

Kualitas dan kuantitas pupuk dapat mengatur keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif anggrek dendrobium. Pada fase pertumbuhan vegetatif untuk anggrek dendrobium yang masih muda (bibit), perbandingan pemberian pupuk majemuk NPK adalah dengan komposisi unsur N yang lebih besar dibandingkan P dan K (misalnya NPK = 30 : 10 : 10). Pada fase pertumbuhan anggrek dendrobium berukuran remaja, perbandingan pemberian pupuk majemuk NPK adalah dengan komposisi NPK seimbang (misalnya NPK = 10 : 10 : 10). Sedangkan pada fase pertumbuhan anggrek dendrobium dewasa (generatif) yaitu untuk merangsang pembungaan, perbandingan pemberian pupuk majemuk NPK adalah dengan komposisi unsur P dan K yang lebih tinggi dibandingkan N (misalnya NPK = 10 : 30 : 30)

Pemberian pupuk majemuk yang telah dilarutkan dalam air diberikan 2 (dua) kali seminggu atau sesuai anjuran pada kemasan. Waktu penyemprotan dilakukan pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00 atau sore hari sekitar pukul 17.00-18.00. Di samping itu penggunaan pupuk NPK granula yang melarut secara perlahan-lahan dapat diberikan sebagai tambahan setiap 1-3 bulan sekali atau sesuai petunjuk dalam kemasan. Caranya dengan meletakkan butir-butir pupuk tersebut di atas media tumbuhnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa cara pengendalian hama dan penyakit pada budidaya anggrek dendrobium, antara lain:

  1. Mekanis

Pengendalian secara mekanis dilakukan bila hama dijumpai dalam jumlah yang masih terbatas. Misalnya: Kumbang gajah atau sejenisnya dapat dijepit atau ditekan dengan jari tangan dan dimatikan. Kutu perisai atau sejenisnya pada daun atau batangnya dapat didorong dengan kuku dan dimatikan, keong besar dapat ditangkap dan dimusnahkan

  1. Sanitasi

Dengan membersihkan lingkungan di sekitar tempat pertanaman dari tumpukan sampah dan gulma, keong atau tikus tidak mempunyai kesempatan untuk bersarang dan bersembunyi. Oleh karena itu dikondisikan di daerah sekitar tempat anggrek dendrobium selalu bersih dan dengan sirkulasi udara yang bersih.

  1. Kultur Teknis

Pemeliharaan anggrek dendrobium yang baik dan tepat dapat meningkatkan kesehatan tanaman, sehingga anggrek dendrobium dapat tumbuh lebih subur. Penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta penambahan atau penggantian media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan. Disertai dengan penanaman dan penempatan anggrek dendrobium pada lingkungan yang cocok. Secara tidak langsung pemeliharaan yang berkelanjutan dapat memantau keadaan anggrek dendrobium dari serangan hama dan penyakit

  1. Kimiawi

Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan menggunakan pestisida. Pestisida yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan organisme pengganggu tanaman yang akan dikendalikan. Beberapa jenis pestisida yang sering digunakan untuk pengendalian atau pemberantasan organisme pengganggu dalam perawatan atau pemeliharaan tanaman anggrek dendrobium antara lain:

  • Insektisida untuk serangga,
  • Akarisida untuk hama tungau,
  • Fungisida untuk cendawan,
  • 8akterisida untuk bakteri,
  • Molusida untuk hama keong dan
  • Nematisida untuk sejenis cacing

Formulasi pestisida yang diberikan dapat berupa cairan (emulsi), tepung (dust), pasta maupun granula. Konsentrasi dan dosis penggunaannya biasanya dicantumkan pada setiap kemasan. Pestisida tersebut dapat diaplikasikan sesuai dengan formulasi. Contohnya: dengan cara disemprotkan bila dalam bentuk cairan, dengan cara didispersikan (diemposkan) bila dalam bentuk tepung, dan titaburkan bila dalam bentuk granula, atau diberikan dalam bentuk umpan.

Comments

comments

tags:

Artikel terkait Cara Budidaya Anggrek Dendrobium