Menu

Budidaya Kacang Panjang Tahan Penggerek Polong

July 18, 2017 | Tanaman Sayur

Kacang panjang (Vigna sinensis) merupakan salah satu komoditas sayuran yang termasuk dalam famili Fabaceae. Budidaya kacang panjang banyak diusahakan di daerah dataran rendah pada ketinggian 0-200 m dpi. Kacang panjang merupakan salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi sebagian besar penduduk Indonesia.

Budidaya Kacang Panjang Tahan Penggerak Polong

Budidaya Kacang Panjang

Persyaratan Tumbuh

Budidaya kacang panjang dapat dilakukan pada berbagai jenis tanah, tetapi yang paling cocok ialah tanah Regosol, Latosol dan Aluvial. Tanaman kacang panjang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, pada kisaran suhu 18-320C, dan kemasaman (pH) tanah 5,5-6,5.

Budidaya Kacang Panjang

Benih

Ada beberapa varietas/kultivar kacang panjang, antara lain KP-1 (lokal Bekasi), KP-2 (lokal Bogor) yang toleran terhadap hama penggerek polong (Maruca testu- lalis) dan penyakit busuk polong (Colletotrichum liridemuthianum).

Benih kacang panjang dipilih yang bebas dari serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Kebutuhan benih untuk budidaya kacang panjang per hektar sekitar 20 kg.

Pengolahan tanah dan pengapuran

Sebelum dilakukan budidaya kacang panjang, lahan dicangkul sampai gembur, pengapuran menggunakan dolomit/kaptan (1-1,5 ton/ha) sangat dianjurkan pada lahan dengan pH tanah. Pengapuran dilakukan pada waktu pengolahan tanah yaitu, 3-4 minggu sebelum tanam. Setelah itu dibuat bedengan dengan lebar 120 cm.

Pemupukan

Pupuk dasar untuk budidaya kacang panjang terdiri atas pupuk kandang kuda, kambing atau sapi (10-15 ton/ha), TSP (75-100 kg/ha), KCI (75-100 kg/ha) dan Urea (25-30 kg/ha), diberikan pada lubang tanam 3 hari sebelum tanam. Pupuk susulan berupa Urea dengan dosis 50-100 kg/ha, diberikan 3 minggu setelah tanam.

Penanaman

Penanaman budidaya kacang panjang dilakukan dengan membuat lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm. Jarak tanam 70 cm x 30 cm. Tiap lubang ditanami 2-3 biji, kemudian ditutup dengan tanah.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama yang menyerang budidaya kacang panjang antara lain ialah lalat bibit (Ophiomya phaseoli), ulat tanah (Agrotis ipsilon Hubn.), ulat grayak (Spodoptera litura F.), kutudaun (Aphis craccivora Koch.), kutukebul (Bemisia tabaci Genn.), ulat pengĀ­gerek polong (Maruca testulalis Gey.). Pengendalian hama dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa jerami, pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator, maupun entomopatogen, dan pengendalian kimiawi menggunakan insektisida secara efektif selektif.

Panen dan Pascapanen

Budidaya kacang panjang mulai dipanen setelah berumur 50-60 hari setelah tanam. Pemanenan dapat dilakukan setiap minggu, selama 1-2 bulan. Panen polong muda jangan sampai terlambat dilakukan, karena akan menyebabkan polong berserat dan liat.. Umur simpan kacang panjang relatif pendek karena tingginya laju respirasi, sehingga cepat layu.

Comments

comments

Artikel terkait Budidaya Kacang Panjang Tahan Penggerek Polong