Menu

Cara Mudah Budidaya Selada

July 3, 2017 | Tanaman Sayur

Budidaya selada (Lactuca sativa L.) dapat dilakukan dalam semusim. Karena tanaman selada merupakan sayuran daun yang berumur semusim. Sayur selada termasuk dalam famili Compositae. Menurut jenisnya ada yang membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk “rosette”. Warna daun selada hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad atau talaban.

Persyaratan Tumbuh

Budidaya selada dapat tumbuh baik di dataran tinggi (pegunungan). Di dataran rendah ukuran krop kecil dan cepat berbunga. Pertumbuhan optimum terjadi pada tanah yang subur banyak mengandung humus, mengandung pasir atau lumpur. Kondisi optimum untuk pertumbuhannya pada suhu 15-20°C dan pH tanah 5-6,5. Waktu tanam terbaik adalah pada akhir musim hujan. Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.

Cara Budidaya Selada

Budidaya Selada

Cara Budidaya Selada

Benih

Beberapa jenis tanaman selada yang banyak dibudidayakan antara lain ialah

  • Selada daun
  • Selada krop

Kebutuhan benih untuk budidaya selada per ha sebanyak ± 400 g biji

Persemaian

Cara budidaya selada dapat langsung di tanam di lahan, tetapi pertumbuhan tanaman lebih baik melalui persemaian. Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan Propamokarb Hidroklorida (1 ml/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah + pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap kasa/plastik transparan. Persemaian ditutup dengan kasa untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbungan yang terbuat daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah + pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun.

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah untuk budidaya selada dilakukan dengan sempurna. Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm, kemudian diberi pupuk kandang kuda atau sapi ± 10 ton/ha, diaduk dan diratakan. Setelah itu tanah dibuat bedengan dengan lebar 100-120 cm. Apabila benih akan ditanam langsung, maka dibuat alur/garltan dengan cangkul yang dimiringkan. Jarak antar garitan ± 25 cm. Apabila benih disemaikan terlebih dahulu maka dibuat iubang tanam dengan jarak 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.

Penanaman

Cara budidaya selada dengan penanaman secara langsung dilakukan dengan cara benih ditabur dalam garitan yang telah ditentukan. Jika melalui persemaian, bibit ditanam dengan jarak tanam seperti tersebut di atas, sehingga dalam satu bedengan dapat memuat 4 baris tanaman

Pemupukan

Pemupukan merupakan faktor utama keberhasilan dalam budidaya selada. Pemupukan diberikan pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, pupuk ZA (300kg/ha) diberikan di dalam garitan sejauh ± 5 cm dari tanaman, kemudian pupuk ditutup dengan tanah.

Pemeliharaan tanaman

Penjarangan dilakukan jika budidaya selada dilakukan secara tebar benih langsung. Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

OPT penting yang menyerang tanaman selada antara iain kutudaun (Myzus persicae) dan penyakit busuk akar karena Rhizoctonia sp. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan memperhatikan ketepa­tan pemilihan jenis, dosis, volume semprot, waktu, interval aplikasi dan cara aplikasi.

Panen dan Pascapanen

Pada budidaya selada, panen dapat dilakukan setelah berumur ± 2 bulan. Panen dapat dilakukan dengan cara mencabut batang tanaman dengan akar-akarnya atau memotong pangkat batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan ± 15 ton per hektar. Daun selada cepat layu, sehingga untuk menjaga kualitasnya, harus ditempatkan di wadah berisi air [biasa dilakukan di pasar tradisional). (Balitsa)

Comments

comments

tags:

Artikel terkait Cara Mudah Budidaya Selada