Menu

Tips Cara Budidaya Terong Agar Hasil Panen Melimpah

May 22, 2017 | Tanaman Sayur

Budidaya terong dapat dilakukan semusim sampai setahun atau tahunan. Terong (Solanum melongena) termasuk dalam famili Solanaceae. Tinggi tanaman terong berkisar antara 60-240 cm. Batangnya berair, berbulu dan ada yang berduri. Tanaman terong berbentuk semak atau perdu, dengan tunas yang tumbuh terus dari ketiak daun sehingga tanaman terlihat tegak atau menyebar merunduk.

Budidaya Terong Ungu

Budidaya Terong

Persyaratan Tumbuh Terong

Persyaratan tumbuh untuk budidaya terong yang cocok adalah tanah berpasir atau lempung berpasir yang subur, tidak tergenang air, dengan pH 5-6, dan drainase yang lancar. Budidaya terong dapat dilakukan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Awal musim kemarau (bulan Maret/ April) atau awal musim penghujan (bulan Oktober/ Nopember) merupakan waktu tanam yang baik untuk budidaya terong ini.

Jenis-jenis terong yang biasa dibudidayakan petani antara lain :

  • Terong Kopek, buahnya bulat panjang, dengan ujung tumpul berwarna ungu dan hijau keputih-putihan
  • Terong Craigi, buahnya bulat panjang dengan ujung runcing dan berbentuk lurus atau bengkok berwarna ungu
  • Terong Bogor atau terong Kelapa, buahnya bulat besar berwarna putih atau hijau keputih-putihan, rasanya renyah dan agak getir
  • Terong Gelatik atau terong lalab, buahnya seperti terong Bogor tetapi agak kecil, berwarna hijau dan putih keungu-unguan
  • Terong acar, sangat tahan terhadap penyakit layu bakteri, buahnya bulat panjang kecil dan tersusun dalam tandan, warna buah ungu tua, cocok untuk diawetkan dalam bentuk acar/pickles

Budidaya Terong

Benih

Kebutuhan benih untuk budidaya terong dalam satu hektar sekitar 150-500 g. Biji akan tumbuh kurang lebih 10 hari setelah disemai. Benih yang baik diperoleh dari buah yang warna kulit buahnya sudah menguning minimum 75% terutama pada jenis terong besar.

Persemaian

Sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (50°C) selama 1 jam. Benih disebar secara merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap dari plastik transparan kemudian persemaian ditutup dengan kasa untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke bumbungan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu atau sudah mempunyai 4-5 daun.

Pengolahan Tanah

Tanah yang akan digunakan untuk budidaya terong dicangkul 2-3 kali dengan kedalaman 20-30 cm, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 120-140 cm dan panjang disesuaikan kondisi lahan. Di antara bedengan dibuat parit dengan kedalaman 20-30 cm. Pupuk kandang kompos yang sudah matang diberikan 0,5-1 kg per lubang sebelum tanam.

Penanaman

Jarak tanam dalam budidaya terong menggunakn jarak dalam barisan 50 cm-70 cm dan jarak antar barisan 80-90 cm, dan pada tiap bedengan terdapat dua baris tanaman. Bibit yang telah berumur satu setengah bulan atau daunnya telah tumbuh 4 helai dapat dipindahkan ke lapangan yang telah dipersiapkan.

Pemupukan dan pemeliharaan tanaman

Pupuk buatan diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam. Pupuk Urea diberikan sebanyak 65 kg/ha. Pupuk campuran dapat pula diberikan dalam bentuk ZA dan ZK dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 g/tanaman di sekeliling tanaman dengan jarak 5 cm dari pangkal batang. Pemupukan berikut­nya diberikan saat tanaman berumur 2,5-3 bulan. Pupuk yang dibutuhkan untuk satu hektar yaitu ZA 150 kg dan ZK 150 kg. Pada tanah liat berlempung dosis pupuk NPK (12:24:12) yang digunakan 500 kg/ha. Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada pertanaman budidaya terong antara lain penyiangan gulma, penyiraman, perompesan, pemberian ajir dan pengendalian OPT.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama penting yang sering menyerang pada budidaya terong antara lain kutudaun (Myzus persicae), kutukebul (Bemisia tabaci), pengorok daun (Liriomyza sp.), dan oteng-oteng (Epitachna sp.). Penyakit yang umum menyerang ialah embun tepung dan karat. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha. Jika menggunakan insektisida gunakan yang aman dan selektif seperti insektisida nabati, biologi atau insektisida piretroid sintetik. Sedangkan untuk pengendalian penyakit dipilih fungisida yang efektif dan dianjurkan.

Panen dan Pascapanen

Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur empat bulan. Budidaya terong yang baik dapat menghasilkan 10-30 ton buah terong per hektar. Panen dilakukan 1-2 kali per minggu. Buah terong yang layak dikonsumsi adalah buah yang padat dan permukaan kulitnya mengkilat.

Buah terong tidak dapat disimpan lama sehingga harus dipasarkan segera setelah tanam. Pengelompokan dilakukan berdasarkan ukuran dan warna. Pe­nanganan selama pengemasan harus dilakukan secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan kulit.

Comments

comments

tags:

Artikel terkait Tips Cara Budidaya Terong Agar Hasil Panen Melimpah