Menu

Cara Menanam Cabe Rawit

September 13, 2016 | Tanaman Sayur

Cabe rawit (Capsium frutescent) termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman cabe rawit termasuk tanaman yang berumur panjang, dapat hidup sampai 2-3 tahun apabila budidaya cabe dilakukan dengan baik dan kebutuhan haranya tercukupi. Cara menanam cabe rawit secara umum tidak berbeda nyata dengan cara menanam cabe merah dan cabe lainnya. Menanam cabe rawit memerlukan lebih banyak pupuk karena umurnya panjang. Umumnya tanaman cabe rawit lebih tahan terhadap hama dan penyakit cabe dibandingkan cabe yang lainnya.

Cara Menanam Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe

PERSYARATAN TUMBUH CABE RAWIT

Cara menanam cabe rawit dapat dilakukan di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman cabe baik ditanam pada tanah yang gembur, kaya bahan organik dan pH netral.

CARA MENANAM CABE RAWIT

Persemaian Cabe Rawit

Persemaian untuk budidaya cabe bisa dilakukan menggunakan polybag atau ditabur di dalam bedengan. Kebutuhan benih cabe untuk satu hektar berkisar 100-125 g. Rendam biji cabe dengan air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang mengapung sebaiknya dibuang.

Media untuk persemaian cabe terdiri dari campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Masukkan campuran media yang sudah diayak halus ke dalam polybag. Masukkan biji yang sudah direndam kedalam polybag sedalam 0,5 cm dan tutup dengan media semai. Siram sedikit untuk membasahi meia semai untuk menjaga kelembaban. Bibit cabe yang sudah tumbuh dipelihara sampai berumur kurang lebih 30-35 hari setelah semai atau telah mempunyai 5-6 helai daun siap dipindahkan ke lahan.

Penyiapan Lahan dan Penanaman Cabe Rawit

Penyiapan lahan dilakukan dengan pembuatan bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 40-50 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedeng kurang lebih 40-50 cm. Pemberian kapur pertanian dilakukan pada saat pengolahan tanah, 2-3 minggu sebelum tanam dengan cara ditburkan tipis dipermukaan tanah dan dicampur rata dengan tanah. Permukaan bedengan dibuat agak setengah lingkaran untuk mempermudah pemasangan mulsa. Pemberian pupuk kandang diberikan pada saat pengolahan tanah, kemudian mulsa plastik hitam pertak di pasang.

Cara menanam cabe rawit dapat dilakukan dengan membenamkan bibit cabe pada lubang tanam dengan kedalaman 15-20 cm dan diameter 20-25 cm. Jarak tanam penanaman cabe rawit 70 cm x 70 cm atau 60 cm x 70 cm.

Baca Juga: Cara Mudah Menanam Sawi Hijau untuk Keluarga di Rumah

Pemeliharaan Cabe Rawit

Pemeliharaan budidaya cabe rawit terdiri dari penyulaman, pemasangan ajir, penyiraman, pengaturan drainase, penyiangan, penggemburan dan pemupukan. Penyulaman terhadap bibit yang mati dilakukan maksimal 2 minggu setelah tanam. Pemasangan ajir berupa bilah bambu setinggi kurang lebih 1 m di dekat tanaman. Penyiraman dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam, sekaligus dengan penggemburan. Pemupukan disesuaikan dengan kondisi setempat. Kebutuhan pupuk meliputi pupuk kandang 10-30 ton/ha, urea 200-300 kg/ha, SP36 200-300 kg/ha dan KCl 150-250 kg/ha.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Rawit

Hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman cabe yaitu lalat buah, kutu daun, trips, kutu kebul dan antraknose. Pengendalian lalat buah dengan pemasangan perangkap mengandung metil eugenol. Pengendalian hama pengisap seperti kutu daun, trips dan kutu kebul dapat dikendalikan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak dan juga pemasangan perangkap lekat kuning. Penyakit antraknose dapat dikendalikan dengan varietas tahan dan juga penggunaan fungisida secara selektif.

Panen dan Pasca Panen Cabe Rawit

Cara panen cabe rawit dilakukan dengan memetik cabe rawit dan dimasukkan ke dalam karung jala. Kalau cabe rawit akan disimpan, cabe rawit disimpan di tempat yang kering, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

Comments

comments

tags: ,

Artikel terkait Cara Menanam Cabe Rawit