Menu

Cara Menanam Timun Ala Petani

May 18, 2017 | Tanaman Sayur

Cara menanam timun dapat dilakukan di dataran rendah sampai medium. Mentimun atau timun (Cucumis sativus L.) adalah komoditas sayuran termasuk ke dalam keluarga Cucurbitae yang disebut pula timun (Jawa), bonteng (Sunda), dan cucumber (Inggris).

Kegunaan timun antara lain untuk dikonsumsi segar sebagai lalaban dan untuk acar. Untuk konsumsi segar biasanya konsumen memilih timun yang berwarna hijau dengan panjang buah sekitar 15,5-19,5 cm, sedangkan untuk acar yang berwarna hijau terang dengan panjang buah 15-18 cm.

Persyaratan Tumbuh Timun

Tanaman timun dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 200-800 m dpl. Namun tanaman timun tumbuh dengan optimum pada daerah yang berketinggian tempat 400 m dpl, pada tanah yang berkadar liat rendah dengan pH 6-7.

Cara Menanam Timun Hibrida

Cara Menanam Timun

Cara Menanam Timun

Cara menanam timun merupakan tahapan yang perlu diperhatikan yaitu, 1). Penyemaian benih, 2) pengolahan tanah, 3) pemupukan, 4) pemulsaan, 5) penanam, 6) pemeliharaan dan 7) panen dan pasca panen timun.

Kebutuhan dan penyemaian benih timun

  • Kebutuhan benih timun per hektar adalah sebanyak 1-2 kg
  • Varietas timun yang dianjurkan untuk dibudidayakan antara lain ialah Saturnus, Pluto, Mars, dan Litsa Hijau
  • Cara menanam timun, sebelum ditanam benih timun harus disemai terlebih dahulu. Tahapan pelaksanaan penyemaian benih adalah sebagai berikut:
  • Untuk mencegah penyakit tular benih, benih timun sebelum disemai harus direndam terlebih dahulu dalam air hangat (50° C) atau dalam larutan fungisida Propamokarb Hidroklorida (0,5 ml/l) selama 1/2 jam
  • Benih disemai di dalam baki pesemaian yang berisi media tanam, yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang (1:1) yang telah disterilkan dengan cara dikukus selama 4 jam
  • Benih yang telah tumbuh dan memiliki dua helai daun dipindahkan ke dalam bumbungan daun pisang atau kantung plastik yang berisi media tanam (campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1)
  • Untuk mencegah serangan penyakit rebah kecambah, semaian timun disemprot dengan fungisida Propamokarb Hidroklorida (0,5 ml/l) dengan interval 1 minggu

Pengolahan lahan

  • Tanah dicangkul dengan kedalaman 30 cm
  • Dibuat bedengan pertanaman dengan lebar 1 m, tinggi bedengan 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 30-50 cm
  • Jika pH tanah < 5,5 satu bulan sebelum tanam dilakukan pengapuran dengan mengunakan Dolomit sebanyak 1-1,5 ton/ha
  • Di atas bedengan pertanaman dibuat lubang tanam dengan jarak antar barisan 70 cm dan jarak dalam barisan 30-40 cm

Pemupukan

Pupuk kandang ayam 10 ton/ha atau 20-30 ton/ha pupuk kandang domba/ sapi + 600 kg N PK (l6-l6-l6)/ha atau kompos/ kascing 2,5 ton/ha + 150 kg NPK (16-16-16)/ha diaplikasikan sekaligus seminggu sebelum tanam di dalam alur tanaman

Pemulsaan dan cara menanam timun

Untuk menekan pertumbuhan gulma pada budidaya timun dapat digunakan mulsa plastik atau mulsa jerami. Jika menggunakan mulsa plastik, mulsa dipasang sebelum tanam. Sedangkan mulsa jerami dipasang setelah tanaman timun berumur 2 minggu.

Cara menanam timun, bibit timun yang telah memiliki 2-3 helai daun sejati atau telah berumur 20-23 hari setelah semai dapat ditanam di lahan. Lubang tanam dibuat menggunakan tugal. Satu lubang tanam ditanami 1 buah bibit. Untuk menghindari kematian bibit, cara menanam timun ini sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemeliharaan tanaman

  • Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman
  • Pemasangan turus bambu mulai dilakukan 4-5 hari setelah bibit ditanam dengan cara mengikat setiap dua buah turus
  • Pembuangan tunas air dan bunga yang tumbuh pada ruas ke-1 sampai ruas ke-3 dilakukan sampai umur 1,5-2 bulan
  • Bunga pada ruas ke-4 dan selanjutnya dipelihara sebanyak 1 buah per ruas
  • Penyiangan gulma dilakukan setiap 2-3 minggu
  • Tanaman yang terserang virus mosaik timun atau yang layu dicabut lalu dibakar
  • Untuk mengendalikan penyakit embun tepung atau penyakit karat tanaman disemprot dengan fungisida Propineb (2 g/l), Mankozeb (2 g/l), atau Klorotalonil (2 g/l) dengan interval 1 minggu
  • untuk mengendalikan hama ulat grayak, oteng-oteng atau kumbang totol hitam pertanaman disemprot dengan insektisida Spinosad (0,5 mi/l), Deltametrin (1 ml/l), atau Spinoteram (0,5 ml/l) dengan interval 1 minggu
  • Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan pada sore hari dan tidak boleh dicampur dengan pupuk daun

Panen dan pasca panen timun

Langkah terakhir dalam cara menanam timun adalah panen. Timun mulai dapat dipanen pada umur 75-85 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah timun yang siap dipanen adalah masak penuh dengan warna seragam dari pangkal sampai ujung buah. Buah timun mudah kehilangan air sehingga mudah keriput. Oleh karena itu setelah dipanen buah timun harus diletakkan di tempat yang teduh agar terhindar dari sinar matahari langsung. (Sumber: Balitsa)

Comments

comments

tags:

Artikel terkait Cara Menanam Timun Ala Petani