Menu

Dampak La Nina Terhadap Pertanian Indonesia dari Tahun ke Tahun

October 19, 2016 | Berita Pertanian, Tanaman Pangan

La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Dampak La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana.

Di Indonesia, pada tahun 2016 La Nina juga diprediksi akan mulai menguat intensitasnya pada Agustus, September, Oktober yang diperkirakan intensitasnya berskala moderat atau sedang. BMKG memperkirakan, kondisi La Nina akan terus berlangsung hingga Januari, Februari, Maret tahun 2017 dan berpotensi menjadikan kondisi basah di wilayah Indonesia.

Dampak La Nina bisa positif bisa negatif. Dampak positifnya ketersediaan air untuk pertanian meningkatkan produksi tanaman. Disisi lain kelimpahan air hujan dapat berpotensi banjir dan merusak tanaman pertanian.

Berikut dampak La Nina terhadap pertanian di Indonesia dari tahun ke tahun
1. 1950/1951 : Produksi pangan membaik
2. 1954/955 : Produksi pangan membaik
3. 1964/1965 : Produksi pangan membaik
4. 1970/1971 : Produksi pangan meningkat; surplus kedelai
5. 1974/1975 : Produksi pangan meningkat 2%
6. 1984/1985 : Produksi pangan membaik; surplus padi; Indonesia swasembada pangan
7. 1999/2000 : Produkso pangan meningkat 3%
8. 2007/2008 : Produksi pangan naik 5%
9. 2010/2011 : Produksi pangan meningkat; surplus padi 5 juta ton
10. 2016/2017 : Produksi pangan diprediksi membaik (Sains Indonesia)
Dampak La Nina (Sumber : Sains Indonesia)

Dampak La Nina (Sumber : Sains Indonesia)

Comments

comments

tags: ,

Artikel terkait Dampak La Nina Terhadap Pertanian Indonesia dari Tahun ke Tahun