Menu

Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR, Varietas Padi Green Super Rice

August 24, 2017 | Tanaman Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) telah melepas dua varietas baru padi GSR yakni Inpari 42 Agritan Green Super Rice (GSR) dan Inpari 43 Agritan GSR untuk dikembangkan kepada masyarakat. Keunggulan variets tersebut tahan terhadap wereng dan juga produktivitasnya tinggi sekitar 10 ton per hektar pada kondisi uji multi lokasi.

Green Super Rice (GSR) adalah istilah yang ditujukan untuk varietas-varietas padi yang dirancang untuk memiliki daya hasil relatif tinggi, baik pada kondisi optimum maupun sub optimum, pada kondisi kekurangan air maupun keterbatasan unsur hara tanah.

Varietas Padi Inpari 43 Agritan GSR

Inpari 43 Agritan GSR

Varietas padi GSR dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit utama, sehingga dapat meminimalisir pestisida. Selain itu, varietas GSR juga dapat berproduksi dengan baik pada kondisi sub optimum dengan keterbatasan usur hara tanah sehingga dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia.

Istilah “super” menekankan pada kemampuannya memberikan hasil yang tinggi, sedangkan “green” menekankan pada kemampuannya berdaya hasil tinggi meskipun pada input usaha tani (unsur hara tanah, pupuk, zat pengatur tumbuh dan pestisida) yang relatif rendah.

Varietas padi GSR ini juga mampu berproduksi tinggi dalam kondisi sub-optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran (amphibi). Oleh karena itu varietas padi ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan iklim global.

Pada kondisi optimal, kedua varietas padi GSR ini dapat memberikan hasil yang tinggi di banding Ciherang. Pada kondisi pemberian pupuk 75 persen dari dosis rekomendasi PHSL, varietas Inpari 42 GSR masih mampu menghasilkan 5,2 ton per hektar  dan Inpari 43 GSR 6,71 ton per hektar dibandingkan Ciherang yang hanya memberikan hasil 4,7 ton per hektar. Hal ini disebabkan kedua varietas tersebut didukung oleh perakaran yang dalam.

Varietas Inpari 42 GSR maupun Inpari 43 GSR memiliki randemen beras tinggi (>65 persen), penampilan beras bening seperti kristal dan rasa nasi pulen yang disukai kebanyakan masyarakat Indonesia. Umur kedua varietas tersebut lebih genjah 3-5 hari dari Ciherang. Kedua varietas tersebut bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga terhindar dari serangan burung.

Ketahanan terhadap hama wereng sudah terbukti pada ledakan wereng coklat tahun 2017 yang terjadi di Karawang, Indramayu, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. Daya tahan kedua varietas tersebut telah terbukti mengalahkan varietas lain yang ditanam petani. Oleh karena itu petani setempat berminat untuk terus menanam kedua varietas tersebut secara luas.

Dengan adanya dua varietas padi GSR, Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR, dapat menjadi pilihan varietas untuk dibudidayakan oleh petani padi di Indonesia. Dengan segala keunggulannya varietas GSR diharapkan dapat meningkatkan produksi padi Indonesia yang selama ini masih banyak bergantung pada varietas Ciherang dan Mekongga. Dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan Indonesia mampu mencapai swasembada padi.

Comments

comments

tags:

Artikel terkait Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR, Varietas Padi Green Super Rice