Menu

Mengenal Padi Tadah Hujan Indonesia

March 10, 2017 | Tanaman Pangan

Padi tadah hujan banyak di tanam di lahan sawah tadah hujan. Luas sawah tadah hujan di Indonesia mencapai 1.4 juta ha. Lahan tadah hujan merupakan lumbung padi kedua setelah lahan irigasi bagi Indonesia.

Pengertian lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang memiliki pematang namun tidak dapat diairi dengan ketinggian dan waktu tertentu secara kontinyu. Oleh karena itu, pengairan lahan sawah tadah hujan sangat ditentukan oleh curah hujan sehingga risiko padi tadah hujan mengalami kekeringan sering terjadi pada daerah tersebut di musim kemarau.
Sejauh ini varietas padi tadah hujan yang memiliki sifat tahan terhadap penyakit blas masih sangat terbatas. Diperlukan diversifikasi padi tadah hujan tahan penyakit blas untuk menanggulangi penyakit tersebut agar gen ketahanan tidak mudah patah. Oleh karena itu diperlukan sejumlah varietas padi tadah hujan yang tahan penyakit blas untuk ditanam oleh petani.

Sawah Padi

Sawah Padi

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas varietas padi sawah tadah hujan yang toleran terhadap kekeringan dan tahan penyakit blas, diantaranya

  1. Inpari 38 Tadah Hujan,
  2. Inpari 39 Tadah Hujan, dan
  3. Inpari 41 Tadah Hujan.

3 Varietas Padi Tadah Hujan Indonesia

Inpari 38 Tadah Hujan
Padi tadah hujan Inpari 38 Tadah Hujan merupakan hasil persilangan dari IR68886BA/BP68*10/ Selegreng//Guarani/Asahan.

Inpari 38 Tadah Hujan memiliki hasil gabah kering giling 5.71 t/ha, potensi hasil 8.16 t/ha, berumur genjah, dan agak toleran terhadap kekeringan.

Varietas Inpari 38 Tadah Hujan agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III. Inpari 38 agak tahan penyakit blas. Akan tetapi Inpari 38 rentan terhadap hama wereng coklat dan penyakit tungro.

Mutu beras pecah kulit Inpari 38 cukup tinggi yaitu 78.35 % dan beras kepala 68.79 %.
Inpari 39 Tadah Hujan
Inpari 39 Tadah Hujan memiliki silsilah persilangan BP342B-MR-1-3/Dendang// IR69502-6-Skn-Ubn-1-B1.

Hasil gabah kering gilingInpari 39 Tadah Hujan mencapai  5.89 t/ha dengan potensi hasil 8.45 t/ha, berumur genjah (115±4 hari setelah sebar), dan agak toleran terhadap kekeringan.

Varietas ini memiliki respon agak tahan terhadap penyakit blas. Akan tetapi, varietas ini agak rentan terhadap hama wereng coklat, penyakit hawar daun bakteri, dan tungro.

Rendemen beras pecah kulit varietas ini adalah 79.37 % dan beras giling 69.38 %.
Inpari 41 Tadah Hujan
Inpari 41 Tadah Hujan merupakan persilangan antara Limboto/Towuti//Ciherang.

Inpari 41 Tadah Hujan memiliki rata-rata hasil gabah kering giling 5.57 t/ha dengan potensi hasil 7.83 t/ha, berumur genjah (114 hari), dan agak toleran terhadap kekeringan.

Varietas ini agak tahan terhadap penyakit blas dan agak tahan penyakit hawar daun bakteri strain III, akan tetapi agak rentan terhadap hama wereng coklat dan tungro.

Selain itu varietas ini juga memiliki mutu beras cukup baik, yaitu rendemen beras pecah kulit 77.8 % dan beras giling 75.60 %. (Sumber: Republika)

Ketiga varietas tersebut merupkana beberapa varietas padi yang cocok untuk lahan tadah hujan Indonesia, masih banyak varietas padi tadah hujan yang dimiliki Indonesia.

Lebih lanjut mengenai rekomendasi penggunaan varietas padi sesuai target lokasi pengembangan, sudah pernah kita bahas di “Rekomendasi Varietas Padi di Indonesia

tags:

Artikel terkait Mengenal Padi Tadah Hujan Indonesia