Menu

Nanosilika dari Sekam Padi Tingkatkan Produktivitas Padi 15%

December 31, 2016 | Tanaman Pangan
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan produk nanobiosilika dari sekam padi untuk mendukung swasembada pangan.
Kepala Balitbangtan M Syakir di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/12), mengatakan teknologi nanobiosilika yang dihasilkan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Paspa) mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga 15%.
Nanosilika sekam padi tingkatkan produktivitas padi 15%

Nanosilika sekam padi tingkatkan produktivitas padi 15%

Selain itu juga mampu meningkatkan jumlah anakan produktif 12%, dan mencegah serangan hama penyakit hingga 40%.

“Penggunaan nanobiosilika dari sekam dan kemudian mengembalikannya sebagai hara tanaman padi merupakan wujud pertanian bioindustri ramah lingkungan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produksi padi, beras, dan hasil samping pengolahannya, ” katanya di kompleks BB Pascapanen, Cimanggu.

Menurut Syakir, Indonesia merupakan produsen utama padi di dunia dengan produksi lebih dari 79 juta ton gabah kering giling (GKG) per tahun, setara dengan sekam sebanyak 16 juta ton yang merupakan limbah penggilingan padi dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sekam dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk Nanobiosilika. Silika dapat digunakan dalam berbagai industri, di bidang pertanian silika merupakan unsur hara penting untuk tanaman,” katanya.

Syakir menyatakan, silika dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama penyakit, kerebahan dan dampak kekeringan.

Indonesia, lanjutnya, dapat menghasilkan tiga juta ton silika per tahun dari sekam padi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi seluas 10 juta hektare jika daya serap tanaman padi terhadap silika sebanyak 300 kg per hektare.

BB Pascapanen Pertanian telah menghasilkan produk nanobiosilika dalam dua varian yakni nanobiosilika serbuk dan cair. Nanobiosilika serbuk telah diujicoba sebagai penyalut pupuk urea untuk mengendalikan pelarutan sekaligus meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen hingga 20%.

Menurut dia, dari hasil ujicoba penambahan nanobiosilika pada tanaman padi pada pemupukan standar mampu meningkatkan produktivitas dari 6,45 ton per hektare menjadi 7,29 ton per hektare, jumlah anakan produktif dari 14,6 menjadi 16,25 batang dan kekuatan batang dari 7,93 N menjadi 8,82 N.

Kabalitbangtan mengatakan, pada tahap awal teknologi Nanobiosilika dari sekam ini, akan diterapkan di sentra-sentra produksi padi yang meliputi 14 provinsi di Tanah Air ( Sumber: Medan Bisnis Daily)


Comments

comments

tags:

Artikel terkait Nanosilika dari Sekam Padi Tingkatkan Produktivitas Padi 15%