Menu

Teknologi Budidaya Buah Merah

May 4, 2017 | Tanaman Buah

Buah merah merupakan salah satu jenis tumbuhan famili Pandanus. Tanaman termasuk tanaman endemis dan hanya ditemukan di daerah Papua dan New Guinea. Daerah penyebarannya cukup luas meliputi daerah lembah Baliem Wamena, dan di pegunungan Arfak Papua Barat. Selain digunakan sebagai sumber bahan pangan oleh masyarakat, juga dimanfaatkan sebagai sumber gizi potensial untuk meningkatkan kesehatanan tubuh. Kandungan gizi buah merah seperti beta karoten berfungsi untuk mencegah terjadinya gondok, kebutaan dan sebagai obat kanker, disamping itu buah merah juga mengandung mineral yaitu Fe, Ca dan Zn.

Buah merah mengandung karotenoid 12.000 ppm, tokoferol 11.000 ppm, Betakaroten 700 ppm, Alfa tokoferol 500 ppm, Asam oleat 58 %, Asam linoleat 8,8 %, Asam linolenat 7,8 % dan Dekanoat 2,0 %.

Berdasarkan habitat tumbuhnya, tanaman buah merah dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai pada ketinggian 2.300 m dpl, dengan kesuburan tanah tergolong rendah, tanah masam–agak masam serta persentase naungan 0–15 %. Tanaman ini memiliki bentuk perakaran tunjang yang panjang dan jumlahnya banyak yang berfungsi menyerap oksigen dari udara dan hara dari dalam tanah sehingga tanaman ini lebih menghendaki tanah yang lembab.

Ciri Morfologi Buah Merah

Pohon besar; tumbuh berkelompok; kerapatan 12 – 30 individu; tinggi 2 – 3,50 m. Batang: Diameter 20 – 40 cm; warna coklat dengan bercak-bercak putih; bentuk bulat, berkas pembuluh tidak tampak jelas; keras; arah tumbuh vertikal atau tegak; jumlah percabangan 2 – 4; permukaan berduri. Akar: Akar tunjang tinggi 0.20 – 3.50 m; lingkar akar 6 – 20 cm; warna coklat dengan bercak-bercak putih; bentuk bulat; permukaan berduri; jumlah akar dalam satu rumpun 11- 97. Daun: Ukuran 96 x 9.3 cm – 323 x 15 cm; ujung daun bertusuk (mucronate); pangkal merompong; tepi berduri, bagian bawah tulang daun berduri; komposisi daun tunggal dengan susunan daun berseling (alternate), daun lentur; warna hijau tua; pola pertulangan daun sejajar; tanpa tangkai daun (sessile); tidak beraroma. Buah. Panjang 68 – 110 cm; diameter 31,5 – 40,5; bentuk buah silindris, ujung menumpul, pangkal menjantung, warna buah muda merah pucat, warna buah matang merah batang. Bunga: tidak ditemukan.

Budidaya Buah Merah

BUDIDAYA BUAH MERAH

Pembibitan Buah Merah

  • Tanaman diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stek tunas dari akar/ batang atau stek batang
  • Ukuran anakan dari stek tunas yang digunakan antara 20 – 40 cm
  • Ukuran anakan dari stek batang yang digunakan antara 80 – 100 cm
  • Cara perbanyakan dengan stek tunas dari akar di sarankan untuk dikembangkan sebagai cara pembibitan dalam rangka menyediakan benih sumber, dengan keuntungan: dapat diperoleh bibit dalam jumlah banyak dimana dalam satu rumpun memiliki jumlah anakan 5 – 10 tunas. Disamping itu biaya yang dikeluarkan lebih murah dan mudah dalam pengangkutan ke luar kota.
  • Cara perbanyakan stek batang dapat di terapkan namun harus sesuai dengan kondisi alamnya (tanah, suhu, kelembaban dll), cara perbanyakan ini memliki keuntungan tanaman lebih cepat berbuah yaitu 1 – 1,5 tahun, namun peluang kegagalan besar. Disamping itu untuk membentuk 7 – 8 cabang membutuhkan waktu yang lama.
  • Stek tunas yang dipilih harus mempunyai satu akar, agar dapat memacu pertumbuhan tunas
  • Bila anakan diangkut ke luar kota, maka stek tunas tadi di letakan pada tempat yang basah, supaya anakan tersebut tidak mati karena kekurangan air.
  • Untuk tempat pembibitan dapat dilakukan dengan 3 cara; (a). Membuat persemaian sementara di bawah induk tanaman, (b). Dibibitkan pada kantong- kantong plastik yang sudah berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (3:1), waktu yang di perlukan selama persemaian tersebut selama 1 – 2 bulan. (c). Dapat langsung di tanam di lahan namun yang perlu di perhatikan, tanaman buah merah adalah tanaman yang butuh naungan sehingga perla ada naungan sampai tanaman tersebut dewasa.

Penanaman Buah Merah

  • Lahan tempat penanaman buah merah di bersihkan dari gulma, tanah di cangkul sedalam 15 – 20 cm. Lahan tempat penanaman dapat dipilih lahan bekas tanaman lain seperti Ubi/ hipere, pisang atau dekat dengan sumber air.
  • Tanah dikering anginkan selama ± 1 hari.
  • Tidak perlu di buat drainase karena tanaman buah merah senang dengan tanah yang gembur dan lembab
  • Untuk penanaman lobang tanam di sesuaikan dengan ukuran anakan yang di gunakan yaitu ukuran 10 cmx10 cm. Tidak boleh melebihi leher akar.
  • Penanaman dilakukan pada musim penghujan dengan jarak tanam 5mx5m.

Pemeliharaan

  • Rata-rata petani hanya membersihkan rumput, gulma pengganggu di sekitar pohon atau rumpun, tanpa melakukan pemangkasan dan pemupukan.
  • Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan masyarakat sampai saat ini, tidak ditemukannya hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah merah

Panen Buah Merah

  • Umur Panen untuk bibit yang berasal dari stek tunas dapat di panen sekitar 3 – 5 tahun. Dalam 1 tahun dapat dilakukan panen dua kali yaitu: Bulan Juni – Agustus (Panen 1) dan Bulan November – Januari (Panen 2). Lama berbuah 3 – 4 bulan.
  • Kriteria panen dengan cara: (a). Terjadi Perubahan pada warna buah (b). Keluarnya tunas sebagai pengganti buah yang di panen (Bahasa wamena di sebut Eluap) (c). Perubahan pada warna pelepah pembungkus buah menjadi coklat kering (d). Terlepasnya biji buah pada ujung buah (Bahasa wamena di sebut Kono Wangge)
  • Cara panen yaitu dengan menggunakan kayu penjolok yang ujungnya berbentuk V yang fungsinya menarik jatuhnya buah. Dilakukan dengan hati-hati agar buah tidak terbelah atau rusak.
  • Baca juga “5 Cara Panen dan Pasca Panen Buah Sawo Di Pekarangan/Tabulampot

Pasca Panen Pengolahan Sari / Minyak Buah Merah

  • Pilih buah yang benar-benar matang
  • Buah dibelah, keluarkan empulurnya, lalu daging buah dipotong – potong dan di cuci bersih
  • Daging buah di kukus atau direbus selama 1 – 1.5 jam. Setelah matang dan lunak daging diangkat dan didinginkan
  • Tambahkan sedikir air lalu di remas dan diperas hingga menjadi pasta
  • Pasta di saring dengan saringan untuk memisahkan biji dari pasta
  • Pasta di saring dengan saringan untuk memisahkan biji dari pasta
  • Masak pasta selama 4 – 5 jam, setelah mulai mendidih tetap dibiarkan pasta diatas api selama 10 menit sampai muncul minyak menghitam di atas permukaan
  • Angkat dan diamkan selama 1 hari, minyak yang terbentuk diambil perlahan-lahan menggunakan sendok
  • Pindahkan minyak ke wadah transparan lalu diamkan lagi selama 2 jam hingga minyak terpisah dari air dan pasta
  • Perlahan – lahan minyak di pisahkan dan ditampung ke wadah transparan lain. Diamkan lagi selama 2 jam. Proses pengolahan dihentikan bila tak ada lagi air dibawah lapisan minyak. Bila masih terdapat air, ulangi seperti semula
  • Kadar air pada minyak pada langkah ke tujuh dapat pula dihilangkan dengan cara pemanasan. Caranya, panaskan minyak pada suhu 95 – 100 0 C selama 2 – 3 menit sampai tidak ada lagi gelembung air. Angkat dan didinginkan sebelum dikemas. (Sumber: BPTP Papua)

Comments

comments

Artikel terkait Teknologi Budidaya Buah Merah